Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Rektor Untad: Pascasarjana Harus Jadi Pusat Lahirnya Riset Berkualitas dan Pemimpin Berintegritas

badge-check


					Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Berfoto Bersama Mahasiswa Pascasarjana. (Foto: Istimewa) Perbesar

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Berfoto Bersama Mahasiswa Pascasarjana. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) menggelar Silaturahmi Akademik Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor Tahun Akademik 2026 sebagai langkah awal membangun budaya akademik yang unggul bagi mahasiswa pascasarjana. Kegiatan yang mengusung tema “Menumbuhkan Budaya Akademik yang Berkarakter, Berintegritas, Kolaboratif, dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045” itu berlangsung di Best Western Plus Coco Palu, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dan dihadiri Direktur Pascasarjana, pimpinan fakultas penyelenggara program magister dan doktor, dosen, serta mahasiswa baru dari 20 program studi di lingkungan Universitas Tadulako.

Ketua Panitia, Dr. Hasdin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik Universitas Tadulako sekaligus membangun jejaring ilmiah lintas disiplin.

Baca Juga:
Untad Umumkan 618 Peserta Lulus Seleksi Pascasarjana Gelombang I 2026

“Peserta berasal dari 20 program studi magister dan doktor. Kami berharap melalui kegiatan ini lahir kolaborasi lintas disiplin, jejaring akademik yang kuat, serta penelitian dan inovasi yang memberikan manfaat bagi Universitas Tadulako, daerah, bangsa, hingga tingkat global,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. I Wayan Sutapa, M.Eng., menyampaikan bahwa orientasi akademik telah diawali dengan sosialisasi kurikulum di masing-masing program studi serta pengenalan Sistem Informasi Akademik (SIGA).

Menurutnya, Pascasarjana Untad terus melakukan pembenahan tata kelola akademik melalui penyempurnaan kurikulum, sistem administrasi, serta penguatan publikasi ilmiah.

“Kami ingin memastikan seluruh proses akademik berjalan lebih tertib, transparan, dan sesuai regulasi. Kurikulum terus kami benahi, sistem administrasi disempurnakan, dan jurnal-jurnal Pascasarjana kami aktifkan kembali agar menjadi wadah publikasi ilmiah mahasiswa tanpa mengesampingkan integritas akademik,” kata Prof. Wayan Sutapa.

Ia juga mengingatkan seluruh mahasiswa untuk menjunjung tinggi disiplin akademik. Menurutnya, seluruh mahasiswa memiliki kedudukan yang sama dalam menjalankan aturan akademik, tanpa membedakan latar belakang profesi maupun jabatan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa pendidikan pascasarjana bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, melainkan proses membentuk intelektual, kepemimpinan, dan karakter yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Program Pascasarjana merupakan marwah sebuah perguruan tinggi. Karena itu, pendidikan pada jenjang ini harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kedalaman ilmu, integritas akademik, kemampuan memimpin, serta mampu menghasilkan riset yang memberikan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan,” tegas Prof. Amar.

Rektor juga mengaitkan semangat pendidikan pascasarjana dengan tema Dies Natalis Universitas Tadulako ke-45 melalui nilai “KITA” yang berarti Kolaboratif, Inovatif, Transformatif, dan Adaptif, serta nilai “UNTAD” sebagai Unggul, Tangguh, dan Adaptif.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus menjadi budaya akademik yang diwujudkan dalam proses pembelajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga:
Untad Terapkan CBT Pertama Kali untuk Seleksi Pascasarjana 2026

“Pendidikan pascasarjana bukan sekadar mengejar gelar akademik, tetapi merupakan proses pendalaman ilmu, penguatan kapasitas kepemimpinan, kematangan intelektual, serta pembentukan karakter akademisi yang bertanggung jawab. Manfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, secara bijaksana sebagai pendukung pembelajaran dan penelitian, namun tetap menjunjung tinggi integritas akademik, kejujuran ilmiah, dan menghindari plagiarisme,” ujar Prof. Amar.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif menghasilkan publikasi ilmiah, mengikuti seminar dan konferensi internasional, serta membangun kolaborasi penelitian lintas disiplin guna menjawab berbagai tantangan pembangunan, khususnya di Sulawesi Tengah.

“Saya berharap mahasiswa Pascasarjana Universitas Tadulako tidak hanya menjadi pencari ilmu, tetapi juga menjadi agen transformasi yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, karakter, dan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap karya yang dihasilkan. Dengan demikian, kita dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tutup Rektor.

Kegiatan Silaturahmi Akademik tersebut turut menghadirkan Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, sebagai narasumber utama yang memberikan pembekalan mengenai penguatan budaya riset, publikasi ilmiah, dan pengembangan inovasi di perguruan tinggi. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan