Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Untad dan Hannah Asa Indonesia Gelar Dialog Interaktif Soal Kesejahteraan dan Tantangan Ekonomi

badge-check


					Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU Asean Eng. Melakukan Sesi Foto Bersama, (Foto: Istimewa) Perbesar

Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU Asean Eng. Melakukan Sesi Foto Bersama, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Universitas Tadulako bekerja sama dengan Hannah Asa Indonesia menggelar Dialog Interaktif bertema “How to Improve Your Overall Wellbeing from Scientific Perspective” di Aula Fakultas Kedokteran. Acara ini menghadirkan dua narasumber utama: Assoc. Prof. Sastia Putri dari Osaka University dan pendiri Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, ST, WP®, QWP®, CEF®, AEPP®, QLPTM.

Hadir dalam kegiatan ini Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng., Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Dr. sc. agr. Aiyen, M.Sc., serta civitas akademika dan mahasiswa dari berbagai fakultas.

Dalam sambutannya, Rektor menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk komitmen Untad dalam memperkaya wawasan mahasiswa, khususnya di bidang kesejahteraan hidup dan literasi ekonomi. “Kami berharap kegiatan ini menjadi jembatan untuk memperluas pemahaman mahasiswa terhadap kesehatan fisik dan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sesi pertama diisi oleh Prof. Sastia Putri yang menyoroti pentingnya perbaikan gaya hidup berdasarkan pendekatan ilmiah. Ia mengajak peserta untuk mulai menerapkan pola tidur teratur, pola makan seimbang, rutin berolahraga, serta mengonsumsi vitamin alami untuk mendukung kesehatan menyeluruh. “Indonesia saat ini menghadapi darurat kesehatan, dan perubahan harus dimulai dari hal-hal sederhana dalam keseharian,” ungkapnya.

Sesi kedua dilanjutkan dengan paparan Mardiyah mengenai tantangan dan ancaman ekonomi Indonesia di tahun 2025, terutama bagi kelas menengah. Melalui analisis SWOT, ia mengajak peserta untuk lebih bijak mengelola keuangan, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya investasi sebagai bentuk antisipasi kondisi mendesak.

“Kondisi ekonomi yang tidak menentu, inflasi, dan ketimpangan harus direspons dengan perubahan pola pikir. Kita perlu mendorong ekonomi kreatif, memperluas akses layanan sosial, dan memperkuat fondasi keuangan keluarga,” tuturnya.

Acara ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran mahasiswa tentang pentingnya keseimbangan antara kesehatan mental, fisik, dan finansial untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan