Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Untad dan Mahasiswa Gelar Dialog Terbuka, Bahas Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan hingga Fasilitas Kampus

badge-check


					Suasana Pertemuan Rektor Universitas Tadulako Bersama Perwakilkan Mahasiswa. (Foto: Istimewa) Perbesar

Suasana Pertemuan Rektor Universitas Tadulako Bersama Perwakilkan Mahasiswa. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) menggelar dialog terbuka bersama mahasiswa dalam forum temu dialog yang berlangsung di ruang rektor, Gedung Rektorat Untad, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa yang tergabung dalam Majelis Mahasiswa (MM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas sebagai ruang penyampaian aspirasi terkait berbagai isu yang berkembang di lingkungan kampus, khususnya kebijakan pemeriksaan kesehatan bagi mahasiswa baru.

Dialog berlangsung dalam suasana kondusif dan dihadiri langsung oleh pimpinan universitas, mulai dari Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, para dekan, hingga jajaran biro akademik dan humas.

Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain terkait kewajiban pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Untad, kejelasan asuransi kecelakaan mahasiswa, transparansi pengelolaan dana, hingga peningkatan fasilitas kampus termasuk bagi mahasiswa disabilitas.

Rektor Untad, Prof. Amar, menegaskan bahwa kebijakan pemeriksaan kesehatan bukanlah hal baru dan sebelumnya telah dibahas melalui forum dialog serupa.

“Beberapa tahun sebelumnya hal serupa juga pernah terjadi dan telah kita selesaikan bersama melalui dialog. Kami selalu membuka ruang klarifikasi agar kebijakan yang diambil dapat dipahami bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan prosedur umum di perguruan tinggi, yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan mahasiswa sejak awal serta mendukung keselamatan dan proses akademik.

Selain itu, kebijakan pemeriksaan yang dipusatkan di Rumah Sakit Untad dilakukan untuk menjamin validitas data medis serta mencegah potensi pemalsuan dokumen kesehatan.

Menanggapi aspirasi mahasiswa, pihak rektorat juga menegaskan bahwa mahasiswa dari luar daerah tidak diwajibkan datang lebih awal hanya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Mahasiswa dari luar Palu dapat melakukan pemeriksaan saat tiba di kota ini, bersamaan dengan kegiatan PKKMB,” jelas Rektor.

Terkait transparansi dana, Untad menyatakan seluruh pengelolaan keuangan dilakukan melalui rekening resmi kampus dan digunakan untuk mendukung pengembangan institusi.

Selain itu, pihak universitas juga menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa Untad telah dilindungi asuransi kecelakaan yang berlaku selama masa studi, baik di dalam maupun di luar kampus.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa juga mendorong peningkatan fasilitas kampus, khususnya bagi penyandang disabilitas. Menanggapi hal itu, pihak universitas menyatakan tengah melakukan pengembangan infrastruktur yang lebih inklusif serta transformasi digital melalui aplikasi terintegrasi layanan akademik.

Sebagai tindak lanjut, Untad menyatakan akan memperkuat sosialisasi kebijakan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial dan layanan digital, serta mendorong peran aktif organisasi mahasiswa dalam menyebarluaskan informasi yang akurat.

Melalui dialog ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama antara mahasiswa dan pihak kampus, sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan Untad ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan