Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) secara resmi menggelar kegiatan Reviu Usulan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL) serta Gaji Unit Kerja untuk Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Biro Perencanaan dan Kerja Sama Untad ini berlangsung di Sutan Raja Hotel & Convention, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, Ketua Senat, Direktur Pascasarjana, para dekan, serta sivitas akademika dari berbagai unit kerja di lingkungan Untad.
Dalam sambutannya, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng, menegaskan bahwa forum reviu ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan proses penganggaran yang efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Kegiatan ini sangat penting bagi seluruh unit kerja karena berkaitan langsung dengan kebutuhan nyata setiap unit. Ini menjadi salah satu momen strategis tahunan, terutama setelah adanya efisiensi dan relaksasi anggaran pada tahun 2025. Kita terus berupaya memperbaiki sistem penganggaran agar lebih tepat sasaran,” ujar Prof. Amar.
Rektor juga menekankan bahwa setiap usulan anggaran wajib berdasarkan kebutuhan riil dan selaras dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Semua usulan anggaran harus benar-benar berdasarkan kebutuhan yang riil, selaras dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pastikan juga kelengkapan data pendukung agar usulan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua merangkap Anggota Satuan Pengawas Internal (SPI) Untad, Dr. Fikry Karim, S.E., M.Acc., Ak., turut menyampaikan arahannya mengenai pentingnya kualitas dalam proses perencanaan anggaran.
“SPI berupaya terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan di Universitas Tadulako. Perencanaan merupakan bagian awal dari siklus anggaran yang nantinya harus dipertanggungjawabkan. Kami menelaah dasar pengajuan anggaran, mengacu pada target IKU yang telah disepakati, serta kelayakan dan kewajaran setiap rencana kegiatan yang disertai TOR,” jelas Dr. Fikry.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini seharusnya tidak dipandang sebagai formalitas semata.
“Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi tolok ukur capaian dan efektivitas penggunaan anggaran kita. Semoga proses perencanaan di tahun-tahun mendatang semakin matang dan terarah,” tutupnya.
Dengan adanya reviu ini, diharapkan setiap unit kerja di lingkungan Untad dapat menyusun rencana anggaran secara lebih komprehensif, akuntabel, dan transparan, mendukung pencapaian visi universitas sebagai institusi pendidikan unggul dan berdaya saing global.














