Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Untad Kini Miliki 103 Program Studi, Ditargetkan Capai 112 pada 2027

badge-check


					Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., Asean Eng. (Foto: Istimewa) Perbesar

Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., Asean Eng. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) terus menunjukkan perkembangan positif dalam penguatan mutu akademik dan pengembangan program studi. Hingga Mei 2026, jumlah program studi (Prodi) di Untad tercatat mencapai 103 Prodi, meningkat signifikan dibandingkan awal tahun 2025 yang masih berjumlah 94 program studi.

Peningkatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Untad dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten di Sulawesi Tengah dan kawasan timur Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Rektor Untad,Prof. Amar, pengembangan program studi terus didorong melalui pembukaan sejumlah bidang ilmu baru yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia kerja.

Baca Juga:
Untad Buka Seleksi Mandiri 2026, Siapkan Lebih 2.400 Kursi untuk Calon Mahasiswa Baru”

Saat ini, beberapa usulan program studi baru masih dalam proses pengajuan dan evaluasi. Di antaranya Program Studi Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi, Magister Sumber Daya Alam dan Lingkungan, serta Magister Kehutanan yang sedang berproses melalui Sistem Informasi Pengajuan Program Studi Baru (SIAGA).

Selain itu, usulan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat telah dibahas di tingkat Senat Universitas. Sejumlah program studi lainnya juga tengah menjalani tahapan konsultasi dan persiapan, seperti S1 Geografi, S2 Farmasi, serta S1 Keperawatan dan Program Profesi Ners.

Apabila seluruh usulan tersebut memperoleh persetujuan, jumlah program studi di Untad diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 112 program studi pada tahun 2027.

Rektor Untad, Prof. Amar, mengatakan bahwa penambahan program studi merupakan bagian dari strategi universitas dalam menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi sekaligus mendukung pembangunan daerah dan nasional.

“Penambahan program studi merupakan upaya institusi dalam menjawab tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Tentunya langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan kecukupan infrastruktur, ketersediaan dosen, serta dukungan teknologi, sehingga program studi yang dibuka mampu menghasilkan lulusan yang relevan dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan program studi juga diarahkan untuk memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah akibat perkembangan teknologi, transformasi digital, dan kebutuhan industri yang semakin kompleks.

Sementara itu, Sekretaris LPMPP Universitas Tadulako, Prof. Amiruddin Kade, menilai peningkatan jumlah program studi menjadi indikator positif perkembangan institusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

“Peningkatan jumlah program studi juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah,” katanya.

Baca Juga:
Tiga Tahun Kepemimpinan Prof Amar, UNTAD Catat Transformasi dan Capaian Strategis”

Selain pengembangan jumlah program studi, Untad juga terus memperkuat kualitas akademik melalui peningkatan akreditasi. Hingga saat ini, persentase program studi yang telah meraih predikat Akreditasi Unggul dan Baik Sekali mencapai 67,96 persen.

Menurut Prof. Amiruddin Kade, capaian tersebut menunjukkan konsistensi universitas dalam menjaga standar mutu pendidikan melalui proses evaluasi yang dilakukan lembaga eksternal, baik oleh BAN-PT maupun Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah program studi harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas, sehingga pengembangan institusi tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga pada mutu layanan pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa.

Perkembangan jumlah program studi dan capaian akreditasi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Untad untuk memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan di Sulawesi Tengah. Dengan dukungan pimpinan universitas, fakultas, dan program studi, Untad diharapkan semakin berperan dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, serta mampu menjawab tantangan pembangunan di tingkat regional, nasional, maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan