Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Untad Kukuhkan 824 Wisudawan pada Wisuda ke-134, Tekankan Integritas dan Kepedulian Lingkungan

badge-check


					Menteri Lingkungan Hidup RI memberikan Reward Kepada Wisudawan Tingkat Universitas Tadulako pada wisuda ke 134. (Foto: Istimewa) Perbesar

Menteri Lingkungan Hidup RI memberikan Reward Kepada Wisudawan Tingkat Universitas Tadulako pada wisuda ke 134. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) kembali meluluskan 824 wisudawan pada Wisuda ke-134 yang digelar di Auditorium Universitas Tadulako, Senin (18/12/2025). Wisuda ini diikuti oleh lulusan Program Diploma, Sarjana, Magister, hingga Doktor, dan secara resmi dibuka oleh Ketua Senat Untad, Prof. Dr. Djayani Nurdin, S.E., M.Si.

Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M., menyampaikan bahwa wisuda merupakan pencapaian luar biasa yang lahir dari dedikasi, kerja keras, dan ketekunan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi. Ia menegaskan Universitas Tadulako telah menjadi pilar penting pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.

“Untad tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing, tetapi juga berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Menurutnya, melalui pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi serta kolaborasi dengan berbagai pihak, Untad aktif menghadirkan solusi atas tantangan lokal dan memperkuat fondasi pembangunan daerah. Oleh karena itu, Untad dinilai sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan Sulawesi Tengah.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., mengawali pesan almamater dengan menyampaikan simpati dan doa bagi para korban bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera. Ia berharap para korban dapat segera pulih dan bangkit kembali.

Rektor kemudian berpesan kepada para lulusan agar senantiasa menjunjung nilai-nilai kearifan lokal Universitas Tadulako, yakni Nakaba (ketangguhan), Natona Nalanggai (keberanian berperan dan memberi manfaat), serta Nabaraka (kebijaksanaan dan kemampuan beradaptasi). Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal moral dan intelektual wisudawan dalam mengabdi di tengah masyarakat.

Prof. Amar juga menegaskan komitmen Untad terhadap pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup.

Ia menyebut kehadiran Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., sebagai penguat komitmen Untad dalam agenda lingkungan dan keberlanjutan.

Selain itu, Rektor mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 Universitas Tadulako berhasil meraih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik sebagai Kampus Informatif. Capaian tersebut mencerminkan komitmen Untad dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan dipercaya publik.

“Gelar akademik yang kalian raih adalah amanah. Junjung tinggi integritas, teruslah berkarya, dan berikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pesan Rektor menutup sambutannya.

Sementara itu, dalam orasi ilmiah, Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Tadulako dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab moral dan intelektual yang semakin besar, terutama di tengah tantangan perubahan iklim.

“Minggu-minggu ini kita mengalami duka mendalam di Sumatera. Perubahan iklim merupakan bagian dari triple planetary crisis bersama hilangnya keanekaragaman hayati dan pencemaran lingkungan. Bencana banjir di Sumatera Barat dan Sumatera Utara menunjukkan keterkaitan kuat antara hujan ekstrem, kondisi geomorfologi, dan deforestasi,” ujar Menteri Hanif.

Ia mengingatkan agar pembangunan tidak mengorbankan lingkungan demi kepentingan ekonomi semata. Menurutnya, bencana di Sumatera harus menjadi pelajaran penting, termasuk bagi Sulawesi Tengah yang juga memiliki tingkat kerentanan lingkungan.

Menutup orasinya, Menteri Hanif mengajak para wisudawan dan wisudawati Untad untuk menjadi generasi pemimpin masa depan yang peduli lingkungan dan berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan bumi demi keselamatan generasi mendatang.

Pada wisuda penutup tahun 2025 ini, lulusan terbanyak berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan 202 orang, disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 103 orang, Fakultas Pertanian 99 orang, Fakultas Teknik 92 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 79 orang, Fakultas Kedokteran 75 orang, serta Fakultas Hukum 56 orang. Sementara Fakultas Kehutanan meluluskan 30 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 25 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat 23 orang, Fakultas Peternakan dan Perikanan 22 orang, serta Program Pascasarjana sebanyak 18 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan