Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sport

Singa Atlas Mengaum di Babak 16 Besar, Kanada Gagal Bendung Dominasi Maroko

badge-check


					Kanada vs Maroko. (Foto: FIFA) Perbesar

Kanada vs Maroko. (Foto: FIFA)

Karama.id – Houston, Panggung Piala Dunia 2026 kembali melahirkan cerita baru. Kali ini datang dari Maroko yang tampil luar biasa saat menyingkirkan Kanada dengan kemenangan meyakinkan 3-0 pada babak 16 besar. Hasil ini bukan hanya mengantar Singa Atlas ke perempat final, tetapi juga mempertegas status mereka sebagai salah satu tim paling berbahaya di turnamen tahun ini.

Pertandingan sejatinya dimulai dengan tekanan dari Kanada. Bermain di hadapan dukungan publik sendiri, tim asuhan Jesse Marsch mencoba mengambil inisiatif sejak menit pertama melalui permainan cepat dan pressing tinggi. Beberapa kali pertahanan Maroko dipaksa bekerja keras untuk mengamankan daerahnya. Namun, justru di situlah terlihat perbedaan kualitas kedua tim.

Maroko tidak terpancing memainkan tempo tinggi. Mereka memilih bertahan dengan disiplin, meredam agresivitas Kanada, lalu menunggu momen yang tepat untuk menghukum lawannya. Pendekatan tersebut terbukti efektif ketika babak kedua dimulai.

Baca Juga:
Maroko dan Kanada Berebut Tiket Delapan Besar, Adu Mental dan Taktik Warnai Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Perubahan ritme permainan membuat Kanada kehilangan kontrol. Maroko mulai lebih berani menguasai bola dan memanfaatkan setiap ruang kosong yang muncul di lini belakang lawan.

Kebuntuan akhirnya pecah melalui aksi gelandang Azzedine Ounahi. Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Kanada yang sebelumnya tampil percaya diri mulai kehilangan organisasi permainan, sementara Maroko justru semakin leluasa mengembangkan serangan.

Ounahi kembali mencetak gol keduanya pada babak kedua sebelum Soufiane Rahimi menutup kemenangan melalui gol pada masa tambahan waktu. Skor 3-0 menjadi cerminan efektivitas permainan Maroko yang mampu mengubah sedikit peluang menjadi kemenangan besar.

Kemenangan ini memperlihatkan perubahan karakter Maroko dibanding beberapa tahun lalu. Jika dahulu mereka dikenal mengandalkan pertahanan kokoh dan serangan balik, kini mereka tampil lebih matang dalam membaca jalannya pertandingan. Tim Afrika Utara itu tidak selalu mendominasi penguasaan bola, tetapi sangat efisien ketika peluang datang.

Baca Juga:
Perancis vs Paraguay: Adu Efektivitas Kontra Semangat Kejutan di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Di sisi lain, Kanada harus mengakhiri perjalanan bersejarahnya di Piala Dunia 2026. Meski gagal melangkah lebih jauh, mereka meninggalkan kesan positif dengan pencapaian terbaik sepanjang sejarah sepak bola Kanada di ajang Piala Dunia. Semangat juang dan perkembangan yang mereka tunjukkan menjadi modal penting untuk masa depan.

Bagi Maroko, kemenangan ini membawa makna yang jauh lebih besar daripada sekadar tiket menuju delapan besar. Mereka kembali membuktikan bahwa keberhasilan mencapai semifinal pada Piala Dunia sebelumnya bukanlah sebuah kebetulan. Dengan organisasi permainan yang solid, kedalaman skuad yang semakin matang, dan efektivitas tinggi di depan gawang, Singa Atlas kini layak ditempatkan sebagai salah satu kandidat serius dalam perebutan trofi Piala Dunia 2026.

Langkah berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya. Di babak perempat final, Maroko dijadwalkan menghadapi Perancis dalam duel yang diperkirakan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase gugur. Pertemuan itu akan menjadi panggung bagi Maroko untuk membuktikan bahwa mimpi mereka belum selesai dan bahwa sepak bola Afrika kembali memiliki wakil yang mampu bersaing dengan kekuatan-kekuatan besar dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sport