Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Anwar Hafid Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Hati dalam Halalbihalal di Morowali Utara

badge-check


					Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, saat Halalbihalal bersama Keluarga Besar Majelis Dzikir Ahlussunah wal Jamaah di Desa Moroles, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara. (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, saat Halalbihalal bersama Keluarga Besar Majelis Dzikir Ahlussunah wal Jamaah di Desa Moroles, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Morowali Utara, Anwar Hafid mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan hati dalam kegiatan Halalbihalal bersama Keluarga Besar Majelis Dzikir Ahlussunah wal Jamaah di Desa Moroles, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Rabu (25/3/2026).

Dalam suasana yang khusyuk, Anwar Hafid menekankan pentingnya peran hati sebagai penentu arah kehidupan manusia. Menurutnya, hati yang tidak dirawat dengan baik akan kehilangan kepekaan terhadap nilai-nilai kebaikan.

“Hati manusia jika tidak dibersihkan maka akan mati rasa dan menolak segala hidayah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa hati memiliki peran utama dalam mengendalikan tindakan seseorang, sementara akal berfungsi sebagai perancang atau penyusun strategi.

“Hati lah yang sejatinya mengendalikan tubuh, bukan otak. Otak hanya memikirkan strategi, kemudian hati yang menentukan diri ini harus bergerak atau tidak,” jelasnya.

Anwar juga menyoroti fenomena masih adanya masyarakat yang belum tergerak untuk menjalankan ibadah, seperti salat ketika azan berkumandang. Menurutnya, hal tersebut berkaitan erat dengan kondisi hati seseorang.

“Kalau ada panggilan azan dan kita tidak tergerak untuk segera melaksanakan salat, itu karena tidak ada perintah dari hatinya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati secara konsisten melalui ibadah, khususnya dengan memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an.

“Maka dari itu hati harus sering dibersihkan. Caranya dengan Al-Qur’an yang menjadi ‘sapu’ setiap hari, berzikir, dan membaca Al-Qur’an,” tuturnya.

Ia pun mengajak umat Islam untuk meluangkan waktu membaca Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Luangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an. Setiap orang Islam wajib memiliki Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an sebagai pegangan hidup kita,” tegasnya.

Kegiatan halalbihalal tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi