Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Polda Sulteng Matangkan Pengamanan Haul Guru Tua ke-58, Puluhan Ribu Jamaah Diperkirakan Hadir

badge-check


					Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Dr. Endi Sutendi. (Foto: Istimewa) Perbesar

Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Dr. Endi Sutendi. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapan peringatan Haul Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) ke-58 yang dirangkaikan dengan Festival Raudhah Sis Aljufri, Kamis siang (26/3/2026) di Aula Rupatama Polda Sulteng.

Rakor tersebut dipimpin langsung Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Dr. Endi Sutendi, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai instansi terkait guna memastikan kesiapan pengamanan dan kelancaran kegiatan yang diperkirakan akan dihadiri puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya perwakilan Gubernur Sulawesi Tengah melalui Kepala BPKAD Drs. Awaludin, M.M., Kejati Sulteng melalui Asisten Intelijen Salman, S.H., M.H., Pangdam XXIII/Palaka Wira melalui Asintel Kolonel Inf M. Imasfy, S.E., M.Han., Irwasda Polda Sulteng Kombes Pol Purwanto Puji Sutan, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng.

Turut hadir Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Ag., Kepala Badan Kesbangpol Sulteng Drs. Dahri Saleh, M.Si., perwakilan Wali Kota Palu melalui Sekretaris Dinas Pariwisata Idrus Ishak, M.Pd., serta panitia Haul Guru Tua ke-58 yang diwakili Sekretaris Jamaludin Mariadjang.

Dalam arahannya, Kapolda menegaskan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam mendukung kelancaran kegiatan keagamaan berskala besar tersebut. Ia menyebut pengamanan akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur pengamanan internal panitia.

“Pengamanan akan dibagi dalam beberapa ring untuk mengantisipasi potensi kerawanan seperti kepadatan massa, pencurian kendaraan, maupun gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Kapolda.

Selain pengamanan, rekayasa lalu lintas menjadi perhatian utama. Sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan akan diatur dan dialihkan guna mengantisipasi kemacetan. Kapolda juga meminta agar dilakukan sosialisasi kepada masyarakat serta disiapkan kantong-kantong parkir untuk kendaraan jamaah.

Dari sisi fasilitas, panitia bersama instansi terkait diminta menyiapkan sarana pendukung seperti posko kesehatan, ambulans, toilet umum, tempat sampah, serta area parkir. Penambahan ambulans dan penempatan tenaga medis di sejumlah titik juga menjadi perhatian guna mengantisipasi kondisi darurat.

Kapolda turut menekankan pentingnya penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas agar seluruh jamaah dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.

Untuk pengaturan teknis di lapangan, panitia diminta melakukan penataan area kegiatan, termasuk panggung utama, jalur VIP dan VVIP, serta area pelaku UMKM. Distribusi makanan kepada jamaah juga harus diatur dengan baik untuk menghindari penumpukan massa.

Selain itu, simulasi atau gladi lapangan akan dilakukan sebelum kegiatan berlangsung guna memastikan kesiapan personel dan teknis pelaksanaan.

Kapolda menegaskan bahwa Haul Guru Tua bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.

“Haul Guru Tua saat ini sudah menjadi milik kita bersama. Kita harus menjaga dan menyukseskannya, serta meneladani nilai-nilai yang beliau wariskan,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono, menyampaikan bahwa rakor ini menjadi langkah penting dalam menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antarinstansi.

“Rapat koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Kami berharap masyarakat dapat mematuhi pengaturan yang telah disiapkan, sehingga kegiatan ini berjalan aman dan penuh keberkahan,” tambahnya.

Diketahui, rangkaian Haul Guru Tua ke-58 akan diawali dengan Festival Raudhah pada 28 hingga 30 Maret 2026. Selanjutnya kegiatan doa, tahlil, dan yasin akan dilaksanakan pada 31 Maret 2026.

Adapun puncak peringatan Haul Guru Tua ke-58 dijadwalkan berlangsung pada 1 April 2026 sebelum Salat Dzuhur, dengan estimasi jumlah jamaah mencapai sekitar 75.000 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi