Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

BMKG Tegaskan Gempa M 6,7 Sulteng Bukan Berasal dari Sesar Palu Koro

badge-check


					Ilustrasi Gempa Bumi. (Foto: Istimewa) Perbesar

Ilustrasi Gempa Bumi. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (16/6/2026) dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu dan tidak berkaitan dengan Sesar Palu Koro yang menyebabkan gempa besar berkekuatan magnitudo 7,5 pada 2018 lalu.

Kepala BMKG, Wijayanto, menegaskan bahwa hasil analisis menunjukkan sumber gempa berasal dari aktivitas sesar aktif Sausu yang berada di wilayah Sulawesi Tengah.

“Gempa ini akibat aktivitas Sesar Sausu di Sulawesi Tengah. Jadi ini bukan segmen Palu Koro seperti gempa pada 2018,” ujar Wijayanto dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG, Selasa.

Menurutnya, wilayah Sulawesi Tengah memiliki sejumlah sumber gempa aktif, di antaranya Sesar Sausu, Sesar Palu Koro, dan Sesar Ampana. Namun, aktivitas pada satu sesar aktif tidak serta-merta memicu gempa besar pada sesar lainnya.

“Sesar-sesar aktif ini biasanya tidak memicu aktivitas sesar di sekitarnya. Kalaupun ada pengaruh, umumnya hanya memicu gempa-gempa kecil dan bukan gempa yang lebih besar,” jelasnya.

BMKG hingga kini masih terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap aktivitas gempa utama maupun gempa susulan yang terjadi setelah gempa magnitudo 6,7 tersebut.

“Kami terus mengevaluasi distribusi gempa susulan secara spasial untuk melihat apakah aktivitasnya tetap berada di sekitar pusat gempa atau menyebar ke arah Sesar Ampana maupun Sesar Palu Koro,” katanya.

Senada dengan itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Sausu.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu,” ujarnya.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan bahwa hingga pukul 12.00 WITA, laporan dari unit pelaksana teknis BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan adanya kerusakan ringan di sejumlah wilayah terdampak.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG dan instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas gempa susulan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi