Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Gubernur Anwar Hafid Buka Retret ASN Nasrani, Tekankan Integritas di Tengah Efisiensi Anggaran Rp1,2 Triliun

badge-check


					Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, membuka retret ASN eselon II, III, dan IV beragama Nasrani di Gereja GPID Jemaat Pniel. (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, membuka retret ASN eselon II, III, dan IV beragama Nasrani di Gereja GPID Jemaat Pniel. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, menekankan pentingnya penguatan integritas dan peningkatan kualitas pelayanan aparatur sipil negara (ASN) di tengah keterbatasan fiskal yang sedang dihadapi Pemerintah Provinsi Sulteng. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka retret ASN eselon II, III, dan IV beragama Nasrani di Gereja GPID Jemaat Pniel, Selasa (10/2/2026).

Dalam arahannya, Anwar Hafid menilai tantangan anggaran tidak boleh melemahkan komitmen ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik. Ia menyebut, kedekatan spiritual dapat menjadi fondasi moral bagi aparatur negara dalam menjaga etika, tanggung jawab, dan dedikasi kerja.

“Mengabdi kepada Tuhan, jangan ke Kepala Dinas, Wali Kota, Bupati, atau Gubernur, tapi kepada Tuhan, sejahtera hidup kita,” ujar Anwar Hafid.

Anwar menjelaskan, kekuatan aparatur tidak semata bersumber dari jabatan dan kewenangan, melainkan dari nilai kejujuran dan ketulusan dalam bekerja, terlebih saat daerah menghadapi keterbatasan anggaran. Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sulteng saat ini menjalani kebijakan efisiensi anggaran hingga Rp1,2 triliun. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut ASN bekerja lebih disiplin, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kondisi kita lagi susah, efisiensi 1,2 triliun. Kalau kita tidak percaya dengan Tuhan, makin susah saja kita,” katanya.

Di hadapan ratusan ASN beragama Nasrani, Anwar Hafid menyampaikan optimisme bahwa penguatan nilai spiritual dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja aparatur dan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, kesadaran teologis perlu tertanam dalam diri ASN tanpa memandang latar belakang agama, sebagai bagian dari upaya membangun birokrasi yang berintegritas.

“Kalau kita percaya Tuhan, maka kita bisa semakin baik dalam melayani rakyat,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan retret menjadi ruang refleksi bagi ASN untuk melepaskan sejenak beban pekerjaan dan memperkuat keteguhan moral sebelum kembali menjalankan tugas pemerintahan.

Retret ASN Nasrani ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya digelar bagi ASN Muslim di Masjid Baitulkhairaat. Pemerintah Provinsi Sulteng berharap kegiatan tersebut memberi dampak positif terhadap etos kerja serta kualitas pelayanan aparatur kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi