Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Gubernur Sulteng Prioritaskan Pendidikan: Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah!

badge-check


					Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi oleh Wakil Gubernur, dr. Reny Lamadjido, serta Sekretaris Provinsi, Novalina, menghadiri rapat pendidikan yang berlangsung di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur. (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi oleh Wakil Gubernur, dr. Reny Lamadjido, serta Sekretaris Provinsi, Novalina, menghadiri rapat pendidikan yang berlangsung di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, memimpin rapat strategis pendidikan di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur, Kamis (6/3/2025). Rapat ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Yudiawati V. Windarrusliana, serta para kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Tengah, baik secara langsung maupun daring.

Dalam pertemuan ini, Gubernur menegaskan bahwa pendidikan adalah hak fundamental yang harus dijamin oleh negara. Ia berkomitmen untuk memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak di Sulteng.

“Undang-Undang Dasar 1945 mengamanahkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab negara. Ini bukan hal yang bisa ditawar,” ujar Anwar Hafid dengan tegas.

Pemerintah Provinsi Sulteng melalui program “Berani Cerdas” berencana untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai langkah strategis, termasuk menekan angka putus sekolah yang masih menjadi tantangan besar di daerah ini.

Gubernur menyoroti keterkaitan erat antara tingkat pendidikan dan kemiskinan di Sulteng.

“Masih banyak anak-anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah, terutama dari SD ke SMP dan dari SMP ke SMA. Kita harus segera mengatasi hal ini,” katanya.

Anwar Hafid juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan, terutama bagi anak-anak di daerah terpencil. Ia menyadari masih ada siswa yang harus menempuh perjalanan jauh untuk bersekolah, bahkan harus meninggalkan kampung halaman mereka.

“Jika aturan tidak memungkinkan pembangunan sekolah baru, kita harus mencari solusi lain, seperti penyediaan transportasi atau kebijakan khusus untuk mempermudah akses mereka ke sekolah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta kepala sekolah untuk terbuka dalam menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan.

“Saya tidak ingin ada masalah yang disembunyikan. Sampaikan langsung ke saya, kita cari solusi bersama,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan tinggi, Gubernur mengungkapkan rencana pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, guna memastikan tidak ada anak yang putus kuliah karena keterbatasan biaya.

“Pendidikan tidak boleh tertunda. Jika pendidikan kita maju, kemiskinan pasti berkurang. Ini adalah investasi terbesar untuk masa depan Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi