Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Gubernur Sulteng Resmi Hentikan Dua Tambang di Tipo

badge-check


					Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menyalami masyarakat Tipo usai mengumumkan penutupan permanen dua perusahaan tambang galian C yang peroperasi di wilayah itu, (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menyalami masyarakat Tipo usai mengumumkan penutupan permanen dua perusahaan tambang galian C yang peroperasi di wilayah itu, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Setelah delapan bulan penuh aksi damai dan penantian panjang, warga Kelurahan Tipo akhirnya mendapatkan kabar yang begitu melegakan: dua perusahaan tambang yang selama ini mereka tolak resmi dihentikan secara permanen.

Keputusan ini langsung disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat menemui ribuan warga yang berkumpul di lokasi aksi. Suasana haru pun menyelimuti tempat itu. Banyak warga yang menitikkan air mata — bukan karena sedih, tapi karena perjuangan mereka akhirnya didengar.

“Saya datang bukan untuk cari popularitas. Ini murni karena tanggung jawab saya sebagai Gubernur,” ucap Anwar Hafid dengan suara tegas namun tulus.

Ia menyatakan bahwa surat penghentian sementara tambang kini ditingkatkan menjadi penghentian permanen untuk dua perusahaan, yaitu PT Bumi Alpamandiri dan PT Tambang Watu Kalora.

Tak hanya itu, Gubernur juga menyampaikan komitmennya untuk tidak lagi mengeluarkan izin tambang yang berada di atas pemukiman warga selama ia menjabat.

Aksi ini sendiri bukan sekadar demo biasa. Warga Tipo dan sekitarnya sudah berbulan-bulan menjaga kawasan mereka dari aktivitas tambang yang dianggap mengancam lingkungan dan keselamatan. Mereka tidak pernah bertindak anarkis. Semua dilakukan dengan tertib dan damai, meskipun penuh tekanan dan ketidakpastian.

Ketua Aliansi Pemuda dan Lingkungan Tipo, Faizal, bahkan sempat menangis saat menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Hari ini, luka kami sembuh. Terima kasih, Pak Gubernur,” katanya.

Tokoh adat dan warga dari sekitar Kelurahan Tipo dan Kalora juga ikut menyuarakan harapan agar persoalan tapal batas dan tumpang tindih lahan segera diselesaikan. Mereka tidak menolak pembangunan, hanya ingin memastikan lingkungan dan hak masyarakat tetap dihormati.

Di akhir kunjungan, Anwar Hafid menyampaikan pesan yang membuat warga makin tenang.

“Percayalah, saya ada di pihak rakyat. Saya tidak akan khianat,” ujarnya disambut pekikan takbir yang menggema.

Hari itu, bukan hanya dua tambang yang ditutup. Tapi juga lembaran baru dibuka — lembaran tentang keberanian, kesabaran, dan harapan bahwa suara rakyat memang bisa membawa perubahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi