Karama.id – Palu, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara di Sulawesi Tengah berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Gubernur Sulteng pada Selasa pagi. Upacara dihadiri Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat dari berbagai unsur.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolda Sulteng Dr. Agus Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., menekankan bahwa tema tahun ini, “Polri untuk Masyarakat”, harus diwujudkan bukan hanya dalam kata-kata, tetapi juga tindakan nyata di lapangan.

“Polri itu bagian tak terpisahkan dari rakyat. Harus bekerja dengan hati nurani dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” tegas Agus di hadapan peserta upacara.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya meningkatkan profesionalisme anggota Polri di tengah perkembangan teknologi, dinamika politik, hingga ancaman kejahatan lintas negara. Sinergi dengan berbagai pihak, menurutnya, tetap menjadi kunci menjaga stabilitas dan rasa aman publik.
Sepanjang periode 2024–2025, Polda Sulteng mencatat sejumlah capaian penting, mulai dari penanganan kejahatan narkotika, human trafficking, hingga kerusakan lingkungan seperti illegal logging dan illegal fishing.
Kapolda pun menekankan tujuh arahan penting bagi seluruh jajaran Polda Sulteng, antara lain mengamalkan nilai Tri Brata dan Catur Prasetya, menjaga sinergi TNI-Polri, mengedepankan pendekatan humanis, serta memastikan penegakan hukum berprinsip Presisi dan menjunjung tinggi HAM.
“Kepercayaan publik adalah modal besar Polri, dan itu harus terus kita rawat bersama,” pesan Agus.
Gubernur Anwar Hafid dalam kesempatan itu juga memberikan apresiasi kepada Polri atas perannya menjaga stabilitas daerah, termasuk pengamanan agenda nasional hingga penanggulangan bencana.
Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama dan penampilan atraksi baris-berbaris dari pasukan kehormatan, menambah semarak perayaan HUT Bhayangkara tahun ini.














