Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

KADIN Sulteng Resmi Dilantik, Gufran Ahmad Dorong Pengusaha Lokal Jadi Mitra Industri

badge-check


					Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri Provinsi Sulawesi Tengah periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pelantikan yang berlangsung di Lapangan Pogombo, Kompleks Kantor Gubernur Sulten. (Foto: Istimewa) Perbesar

Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri Provinsi Sulawesi Tengah periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pelantikan yang berlangsung di Lapangan Pogombo, Kompleks Kantor Gubernur Sulten. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pelantikan yang berlangsung di Lapangan Pogombo, Kompleks Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (16/9/2026) malam, menandai dimulainya kepengurusan baru dengan agenda memperkuat dunia usaha dan membuka lebih banyak peluang investasi di daerah.

Prosesi pelantikan dihadiri Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah. Di antaranya Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng dr. Reny A. Lamadjido yang mewakili Gubernur, Ketua DPRD Sulteng M. Arus Abdul Karim, Gubernur Sulteng periode 2021–2025 Rusdy Mastura, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, unsur Forkopimda, pelaku usaha, perbankan, akademisi, asosiasi, investor dan pelaku UMKM.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda KADIN Sulteng yang sebelumnya diisi Coffee Morning bersama senior KADIN, brainstorming bertajuk “Sulteng, Negeri Kaya Mesti Berdaya”, aksi donor darah, Business Matching KADIN Indonesia bersama pelaku usaha daerah serta syukuran re-opening Kantor KADIN Sulteng.

Baca Juga:
Kadin Sulteng Resmikan Kantor Baru, Business Matching Buka Peluang Investasi dan Kerja Sama Usaha

Ketua Panitia, Iksan Syarifudin, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi. Kegiatan dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha, membuka jejaring dan peluang investasi serta memperkuat kolaborasi dunia usaha di Sulawesi Tengah.

Ia menyebut tema “Kolaborasi, Investasi, Prestasi” menjadi gambaran arah KADIN Sulteng dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kolaborasi adalah cara membangun kekuatan, investasi merupakan instrumen pertumbuhan, sementara prestasi adalah hasil yang harus dirasakan dunia usaha dan masyarakat,” ujar Iksan.

Ketua Umum KADIN Sulteng periode 2026–2031, Gufran Ahmad, menegaskan bahwa pertumbuhan investasi di Sulawesi Tengah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.

Menurutnya, Sulawesi Tengah tidak boleh hanya menjadi daerah penghasil sumber daya alam dan lokasi investasi, sementara pengusaha daerah hanya menjadi penonton. Pelaku usaha lokal perlu mendapatkan ruang untuk masuk dalam rantai pasok industri, memperkuat UMKM, meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta memperluas akses pasar.

“Kita ingin pengusaha lokal menjadi mitra industri. UMKM mendapatkan peluang pasar, tenaga kerja lokal memperoleh kesempatan dan peningkatan kompetensi, serta masyarakat mendapatkan manfaat nyata dari pertumbuhan ekonomi,” tegas Gufran.

Ia menekankan, keberpihakan terhadap pengusaha lokal bukan berarti menutup kesempatan bagi investor dari luar daerah maupun luar negeri. Menurutnya, investasi tetap dibutuhkan untuk menghadirkan modal, teknologi, pengalaman dan jaringan pasar.

Namun, investasi tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem ekonomi yang memberikan ruang bagi pengusaha lokal untuk berkembang bersama industri.

Untuk menjalankan agenda tersebut, kepengurusan KADIN Sulteng periode 2026–2031 diperkuat dengan lima dimensi bidang utama, 19 Wakil Ketua Umum dan 55 komite kerja.

Gufran mengatakan KADIN akan diarahkan sebagai rumah besar dunia usaha yang terbuka, kolaboratif dan mampu memberikan manfaat nyata.

“Prestasi KADIN bukan diukur dari banyaknya seremoni yang dilakukan, tetapi dari berapa banyak peluang usaha yang tercipta, berapa banyak pengusaha lokal yang naik kelas, berapa banyak tenaga kerja yang terserap, serta seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie melihat Sulawesi Tengah memiliki potensi ekonomi yang besar. Kekayaan sumber daya alam, perkembangan kawasan industri dan dukungan pemerintah terhadap investasi dinilai menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:
Kadin Sulteng Resmikan Kantor Baru, Business Matching Buka Peluang Investasi dan Kerja Sama Usaha

Menurut Anindya, peluang tersebut dapat dikembangkan melalui hilirisasi serta penguatan sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan komoditas unggulan lainnya.

“Kami melihat Sulawesi Tengah memiliki masa depan yang sangat menjanjikan. Dengan kekayaan sumber daya yang dimiliki dan semangat kolaborasi yang kuat, daerah ini berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Anindya.

KADIN Indonesia juga menyatakan komitmennya memperluas akses jejaring nasional dan internasional bagi KADIN Sulteng. Akses tersebut mencakup peluang investasi, kemitraan bisnis, transfer teknologi hingga penguatan kapasitas pelaku usaha daerah.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, KADIN Sulteng memasuki periode kerja lima tahun dengan agenda memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, memperluas peluang investasi serta meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam pertumbuhan ekonomi daerah. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi