Karama.id – Palu, Moh. Sabil resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (PB LS-ADI) periode 2026-2029 dalam Kongres Luar Biasa yang digelar di Sekretariat PB LS-ADI, Jalan Diponegoro, Kota Palu, Sabtu (6/6/2026).
Kongres Luar Biasa tersebut dibuka oleh Ketua Dewan Penasehat sekaligus pendiri LS-ADI, Muhammad Sadig Alhabsyie. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran organisasi dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat, khususnya di Sulawesi Tengah.

Menurut Sadig, LS-ADI tidak hanya dituntut aktif menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Ia mencontohkan pengelolaan sampah melalui budidaya maggot yang telah dijalankan di lingkungan sekretariat LS-ADI selama beberapa tahun terakhir sebagai salah satu bentuk kontribusi organisasi dalam mengatasi persoalan lingkungan.
“Pengolahan ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi sektor peternakan dan pertanian. Model ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat menjadi solusi terintegrasi bagi persoalan lingkungan dan energi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Nasional LS-ADI, Moh. Ansar AR Lapaiyo, menekankan pentingnya penguatan Nilai Dasar Perjuangan (NDP) sebagai pedoman organisasi dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman.
Menurutnya, LS-ADI juga perlu melakukan penyesuaian tata kelola organisasi melalui penguatan administrasi dan regulasi internal yang selaras dengan era digital.
Usai terpilih, Moh. Sabil menyampaikan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan mendorong keterlibatan seluruh kader dalam menjalankan program kerja yang telah dirumuskan.
Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota LS-ADI untuk menjaga semangat kebersamaan dan kolaborasi guna memperkuat peran organisasi dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat.
“Saya yakin dengan semangat kekeluargaan, kolaborasi antarpengurus, serta keterlibatan seluruh kader, LS-ADI dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Sabil.
Melalui kepemimpinan baru periode 2026-2029, PB LS-ADI diharapkan mampu memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan peran strategisnya dalam bidang kajian, advokasi, pemberdayaan masyarakat, dan isu-isu pembangunan daerah.














