Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Semangat Budaya Tak Surut Diguyur Hujan, Lebaran Mandura Kampung Baru Fair 2025 Resmi Dibuka

badge-check


					Menteri BP2MI, Abdul Kadir Karding, bersama Wakil Gubernur Sulteng, dr. Renny A. Lamadjido, saat membuka acara Lebaran Mandura Kampung Baru Fair 2025, di kawasan Tugu Mandura, Kelurahan Baru, Jalan Cokroaminoto, Kota Palu, (Foto: Istmewa) Perbesar

Menteri BP2MI, Abdul Kadir Karding, bersama Wakil Gubernur Sulteng, dr. Renny A. Lamadjido, saat membuka acara Lebaran Mandura Kampung Baru Fair 2025, di kawasan Tugu Mandura, Kelurahan Baru, Jalan Cokroaminoto, Kota Palu, (Foto: Istmewa)

Karama.id – Palu. Meskipun hujan deras mengguyur sejak sore hari, semarak pembukaan Lebaran Mandura Kampung Baru Fair 2025 tetap berlangsung meriah pada Minggu malam, 6 April 2025. Acara budaya yang menandai satu dekade perjalanannya ini digelar di kawasan Tugu Mandura, Kelurahan Baru, Jalan Cokroaminoto, Kota Palu.

Acara resmi dibuka oleh Menteri Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Abdul Kadir Karding, yang hadir bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., dan Sekretaris Kota Palu, Irma Yanti Petalolo. Pembukaan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pelaksana, serta ratusan warga yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Kadir Karding menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang tetap memadati area acara meski cuaca tidak bersahabat. Ia menekankan bahwa Lebaran Mandura bukan hanya agenda hiburan, melainkan ruang penting dalam menjaga jati diri dan budaya lokal.

“Ini bukan hanya tentang hiburan atau silaturahmi, tapi tentang merawat memori kolektif, menjaga kearifan lokal, serta menjadi ruang bagi generasi muda untuk mencintai budayanya sendiri,” ujar Menteri Karding.

Ia juga menyampaikan harapan agar ke depannya Lebaran Mandura Kampung Baru Fair dapat ditingkatkan skalanya hingga dikenal secara nasional bahkan internasional.

“Insyaallah, tahun depan kegiatan ini akan kita buat lebih meriah, dan menjangkau lebih luas, tidak hanya di Kota Palu tapi hingga ke kancah nasional dan internasional,” tambahnya.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, yang mewakili Gubernur Dr. Anwar Hafid, menegaskan dukungan pemerintah terhadap inisiatif masyarakat dalam menggelar kegiatan berbasis budaya.

“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk membangun daerah yang maju dan berani,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa selama sepuluh tahun terakhir, Kampung Baru Fair telah memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Event ini secara konsisten menghadirkan produk-produk UMKM, kesenian, dan budaya lokal, sekaligus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Berani Sejahtera, yang fokus pada penguatan UMKM dan pengurangan angka kemiskinan,” ungkapnya.

Hadir pula dalam pembukaan ini Staf Ahli Menteri UMKM Sudaryano Lamangkona, Kepala Dinas PTSP Sulteng Rifani Pakamundi, Anggota DPRD Sulteng Hidayat Pakamundi, Imam Masjid Jami, dewan adat, serta para tokoh masyarakat.

Kegiatan yang telah menjadi ikon budaya Kota Palu ini kembali membuktikan bahwa semangat tradisi dan kebersamaan masyarakat tetap menyala, bahkan di bawah derasnya hujan malam itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi