Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama dengan Jerman, Fokus Pertanian hingga Hilirisasi Mineral

badge-check


					Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., bersama Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulteng. (Foto: Istimewa) Perbesar

Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., bersama Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulteng. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama strategis dengan Pemerintah Jerman dalam pengembangan berbagai sektor unggulan daerah, mulai dari pertanian, perkebunan, perdagangan, perikanan hingga pengelolaan sumber daya mineral secara berkelanjutan.

Peluang kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., bersama Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (26/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Wagub Reny didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah Dr. H. Rudi Dewanto, S.E., M.M., serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Baca Juga:
Wagub Reny Dorong Digitalisasi Pembayaran untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Sulteng

Reny mengatakan kunjungan Duta Besar Jerman menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kerja sama, khususnya dalam mendorong pembangunan ekonomi Sulteng yang berbasis pada pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Insya Allah kita akan membangun kerja sama di bidang pertanian, perkebunan, perdagangan, maupun perikanan. Sulawesi Tengah memiliki potensi yang besar dan membutuhkan kolaborasi untuk mengembangkan potensi tersebut secara berkelanjutan,” ujar Reny.

Menurutnya, Sulteng dengan 12 kabupaten dan satu kota memiliki beragam komoditas unggulan yang masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan. Salah satunya adalah kakao.

Produksi kakao Sulteng pada 2025 tercatat sekitar 126.516 ton. Namun, pengembangan komoditas tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari penurunan produktivitas akibat kondisi tanah, tanaman yang sudah tua, serangan hama, perubahan cuaca ekstrem, alih fungsi lahan, hingga keterbatasan pembinaan dan penerapan teknologi.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan model pertanian berkelanjutan melalui penguatan teknologi, peningkatan kapasitas petani, serta pembukaan peluang kerja sama dengan mitra internasional.

Selain kakao, Pemprov Sulteng juga melihat peluang besar pada komoditas kelapa dan pengembangan industri hilir perkebunan.

Reny menegaskan bahwa hasil perkebunan tidak seharusnya hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Melalui hilirisasi, komoditas dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Semua bagian dari komoditas harus memiliki nilai ekonomi. Dengan hilirisasi, masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah tetapi mendapatkan manfaat yang lebih besar,” katanya.

Penguatan rantai pasok juga dinilai penting. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan sektor swasta, BUMN, BUMD hingga koperasi Merah Putih agar pengembangan komoditas daerah dapat berjalan lebih terintegrasi.

Sementara itu, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemprov Sulteng.

Ralf mengatakan hubungan kerja sama Jerman dan Indonesia yang telah terjalin selama sekitar 70 tahun terus berkembang dalam berbagai bidang. Ia melihat Sulawesi Tengah memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan melalui kerja sama kedua pihak.

Menurutnya, peluang kerja sama tidak hanya terbuka di sektor pertanian dan perkebunan, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya mineral yang menjadi salah satu sektor strategis Sulawesi Tengah.

Baca Juga:
Pemprov Sulteng Akhiri Masa Transisi Darurat Gempa Sigi, Wagub Reny Pastikan Pemulihan Tetap Dikawal

“Kami siap membantu mencocokkan peluang bisnis yang ada di Sulawesi Tengah dengan perusahaan-perusahaan Jerman yang memiliki ketertarikan untuk berinvestasi,” ujar Ralf.

Ia menyebut pihak Kedutaan Besar Jerman siap memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha Jerman dan mitra lokal di Sulteng untuk menjajaki peluang investasi yang saling menguntungkan.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak sebatas investasi, tetapi juga mencakup pertukaran pengetahuan, transfer teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan industri berbasis potensi daerah.

Pertemuan Pemprov Sulteng dan Duta Besar Jerman tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan strategis yang dapat memperkuat daya saing ekonomi daerah sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya alam memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Di akhir pertemuan, Pemprov Sulteng menyerahkan plakat kepada Duta Besar Jerman sebagai simbol persahabatan sekaligus komitmen untuk memperkuat kerja sama antara Sulteng dan Jerman. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi