Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Wagub Sulteng Dorong RSUD Undata Bangun Budaya Kaizen, Pelayanan Berkualitas Jadi Kunci Kepercayaan Masyarakat

badge-check


					Wagub Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. Membuka Workshop dan Inhouse Training Festival Inovasi Kaizen yang digelar di Gedung Pogombo. (Foto: Istimewa) Perbesar

Wagub Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. Membuka Workshop dan Inhouse Training Festival Inovasi Kaizen yang digelar di Gedung Pogombo. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Wagub Sulteng), dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., mengajak seluruh tenaga kesehatan dan jajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan (kaizen) guna meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Workshop dan Inhouse Training Festival Inovasi Kaizen yang digelar di Gedung Pogombo, Kamis (23/7/2026). Kegiatan itu diikuti tenaga kesehatan dan tenaga penunjang RSUD Undata sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya inovasi dalam pelayanan rumah sakit.

Menurut Reny, kualitas pelayanan merupakan faktor utama yang menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. Karena itu, setiap tenaga kesehatan dituntut terus melakukan pembenahan dalam memberikan pelayanan yang cepat, ramah, aman, dan profesional.

Baca Juga:
Wagub Reny Lamadjido: Tenaga Kesehatan Jadi Garda Terdepan Sukseskan BERANI Sehat

“Berani kaizen. Lakukan perubahan secara bertahap dan berkelanjutan untuk meningkatkan pelayanan Undata,” ujarnya.

Reny menjelaskan, konsep kaizen tidak selalu harus diwujudkan melalui perubahan besar. Perbaikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang langsung dirasakan manfaatnya oleh pasien dan keluarga.

Ia mencontohkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), di mana sikap tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun rasa aman dan nyaman bagi pasien.

“Pasien yang datang ke IGD dan disambut perawat dengan penampilan rapi, tutur kata yang santun, serta respons yang cepat tentu akan merasa lebih tenang dan percaya terhadap pelayanan yang diberikan,” katanya.

Selain meningkatkan kenyamanan pasien, penerapan budaya kaizen juga dinilai mampu mendorong efisiensi operasional rumah sakit. Melalui evaluasi dan perbaikan yang dilakukan secara terus-menerus, waktu tunggu pasien dapat dipersingkat, penggunaan sumber daya menjadi lebih efektif, dan keselamatan pasien semakin terjamin.

Namun demikian, Wagub mengingatkan agar semangat perubahan tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai. Menurutnya, budaya inovasi harus menjadi bagian dari kebiasaan kerja seluruh pegawai rumah sakit.

Baca Juga:
Wagub Sulteng Soroti Membludaknya Pasien RS Undata, Dorong Penguatan Layanan Primer

“Jangan hari ini sudah dilakukan, besok malah dilupakan. Perbaikan harus menjadi budaya yang terus dijaga,” tegasnya.

Reny optimistis, apabila budaya kaizen diterapkan secara konsisten, RSUD Undata akan semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan menjadi rumah sakit rujukan yang dipercaya masyarakat Sulawesi Tengah.

“Kalau pelayanan bagus, pasti masyarakat akan mencari kita. Kepercayaan masyarakat lahir dari pelayanan yang benar-benar berkualitas,” ujarnya.

Workshop dan Inhouse Training Festival Inovasi Kaizen dijadwalkan berlangsung selama dua hari, hingga Jumat (24/7/2026). Melalui kegiatan tersebut, RSUD Undata diharapkan mampu memperkuat budaya inovasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulteng dalam mendukung implementasi program BERANI Sehat, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui inovasi, profesionalisme, dan perbaikan berkelanjutan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi