Karama.id – Palu, Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) dan Forum Komunikasi Perangkat Daerah Tahun 2025 lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Nagana Bappeda Provinsi Sulteng pada Rabu (9/4/2025).
Rakortekrenbang dan forum ini menjadi agenda penting dalam rangka memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi antar perangkat daerah guna mendorong efektivitas implementasi program-program pembangunan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Novalina, Wakil Ketua I DPRD Sulteng Aristan, Kepala Bappeda Christina Shandra Tobondo, para Ketua Komisi DPRD, Kepala Satuan Tugas Wilayah IV KPK RI, para kepala OPD, pejabat eselon, staf teknis, serta perwakilan dari berbagai lembaga terkait lainnya.
Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan oleh Wagub, dr. Reny menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah kabupaten/kota, DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun program pembangunan yang efektif dan terarah.
“Rakortekrenbang dan forum ini merupakan forum yang sangat strategis untuk menyelaraskan kebijakan, memastikan keterpaduan program dan kegiatan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada, serta mendukung pencapaian sasaran prioritas nasional dan daerah,” ujar Wakil Gubernur.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa setiap kabupaten/kota dapat mengusulkan program prioritas sesuai dengan kewenangan provinsi, khususnya yang mengacu pada sembilan program prioritas utama yang telah ditetapkan. Pokok-pokok pikiran DPRD juga diharapkan dapat selaras dengan arah kebijakan pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah.
Forum ini diharapkan menjadi ruang diskusi interaktif antar perangkat daerah, yang membahas sejumlah isu strategis seperti penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kualitas perencanaan program, sinkronisasi data pembangunan, hingga optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan.
“Saya berharap forum ini tidak hanya menjadi wadah koordinasi, tetapi juga ruang produktif untuk merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah, termasuk pengendalian inflasi dan permasalahan ekonomi lainnya,” tutup Wakil Gubernur.














