Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Gubernur Sulteng Larang Wisuda PAUD dan SD: Seremoni Tak Mendidik dan Bebani Orang Tua

badge-check


					Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengambil langkah tegas dalam merespons maraknya seremoni kelulusan di tingkat PAUD dan SD yang dinilai tidak mendidik dan cenderung memberatkan ekonomi orang tua.

Melalui surat resmi yang ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, Gubernur Anwar secara tegas melarang penyelenggaraan wisuda di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD). Larangan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Mendikbudristek Nomor 14 Tahun 2023 yang mengkritisi praktik seremoni kelulusan yang berlebihan dan menjauh dari nilai-nilai edukatif.

“Esensi pendidikan bukan pada panggung dan toga, tetapi pada karakter dan kreativitas yang tumbuh dari proses belajar yang menyenangkan,” tulis Gubernur dalam surat tersebut.

Gubernur Anwar menyoroti bahwa biaya yang dikeluarkan untuk seremoni seperti sewa gedung, kostum, hingga pernak-pernik lainnya kerap kali menjadi beban finansial yang tidak ringan bagi orang tua, terutama di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses dan sumber daya.

Sebagai solusi, ia mendorong satuan pendidikan untuk mengganti kegiatan kelulusan dengan agenda akhir tahun yang edukatif, kreatif, dan berfokus pada partisipasi aktif siswa. Gubernur juga menekankan bahwa kegiatan tersebut harus membangun rasa percaya diri anak, bukan sekadar seremoni formal yang lebih banyak memanjakan kepentingan orang dewasa.

Lebih lanjut, Gubernur Anwar meminta para kepala daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap transparansi dan akuntabilitas anggaran pendidikan. Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan komite sekolah dalam setiap pengambilan keputusan strategis, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan akhir tahun.

“Sekolah bukan ajang pamer status sosial. Mari kembalikan semangat belajar yang membumi dan membebaskan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi