Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) menyelenggarakan Workshop Transformasi Pembelajaran Berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) di Aula Senat Fakultas Teknik Untad.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat transformasi model pembelajaran di lingkungan Untad, sekaligus menindaklanjuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penerapan sistem pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada akreditasi internasional.

Ketua LPMPP Untad, Prof. Ir. Darmawati Darwis, S.Si., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa penerapan STEAM merupakan sebuah keharusan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di Untad.
“Transformasi ini tidak hanya bertujuan memperkuat akreditasi nasional dan internasional, tetapi juga menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global. Kunci keberhasilan terletak pada keseriusan kita mengukur capaian pembelajaran serta konsistensi dalam implementasinya,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., yang membuka secara resmi kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas inisiatif LPMPP. Ia menegaskan bahwa STEAM akan menjadi paradigma baru dalam sistem pembelajaran di Untad.
“STEAM bukan sekadar pendekatan eksakta, melainkan integrasi dengan seni, kreativitas, dan kolaborasi lintas disiplin. Dengan paradigma ini, kita ingin membangun kampus yang berdampak, unggul, tangguh, dan adaptif,” ungkap Prof. Amar.
Menurutnya, penerapan STEAM akan memberikan tiga manfaat utama, yaitu meningkatkan kreativitas mahasiswa, mengasah keterampilan pemecahan masalah, serta mendorong kolaborasi lintas bidang ilmu.
Workshop ini menghadirkan narasumber Prof. Rini Rachmawaty, S.Kep., NS., MN., Ph.D., yang merupakan Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Hasanuddin (Unhas), yang dikenal sebagai akademisi berpengalaman dalam mendampingi berbagai perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia dalam pengembangan sistem pembelajaran modern.
Acara turut dihadiri oleh Ketua Senat Untad Prof. Dr. Djayani Nurdin, M.Si, Ketua Dewan Pertimbangan Prof. Ir. Zainuddin, Ph.D. Para Dekan, serta dosen dari berbagai fakultas.
Sebagai tindak lanjut, LPMPP akan menyusun panduan, SOP, serta rencana pembentukan STEAM Center sebagai pusat pengembangan pembelajaran berbasis STEAM di Untad.
Melalui workshop ini, Untad meneguhkan komitmennya untuk melangkah lebih jauh menuju akreditasi internasional. Lima program studi rumpun sains dan eksakta dijadwalkan menjalani asesmen akreditasi internasional oleh lembaga asesor dari Jerman pada pertengahan Oktober mendatang.














