Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Pemprov Sulteng Soroti Tingginya Kecelakaan Kerja di Morowali, Dorong Peningkatan Keselamatan di Industri

badge-check


					Dra. Novalina, MM Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, (Foto: Istimewa) Perbesar

Dra. Novalina, MM Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyoroti tingginya angka kecelakaan kerja di Kabupaten Morowali, khususnya di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng, Novalina, menegaskan bahwa keselamatan kerja di kawasan industri merupakan isu serius yang berdampak tidak hanya pada perusahaan tetapi juga kesejahteraan pekerja serta masyarakat luas. Menurutnya, setiap insiden mencerminkan adanya kekurangan dalam sistem keselamatan kerja, yang seharusnya menjadi prioritas utama bagi semua pihak.

“Memastikan budaya keselamatan di tempat kerja adalah tanggung jawab bersama, baik bagi perusahaan, pemerintah, maupun pekerja itu sendiri. Keselamatan bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, tetapi merupakan hak fundamental yang harus dijamin,” ujar Novalina saat mewakili Gubernur dalam acara Launching dan Workshop terkait tingginya angka kecelakaan kerja di PT IMIP, yang digelar oleh Federasi Pertambangan Energi (FPE) Pusat di Kota Palu.

Lebih lanjut, Pemprov Sulteng menegaskan bahwa melalui kebijakan dan regulasi yang ketat, setiap industri harus menerapkan standar keselamatan yang tinggi demi melindungi pekerja dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan dalam aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Novalina juga menekankan bahwa upaya ini sejalan dengan visi pembangunan Sulteng, yaitu “Berani Wujudkan Sulawesi Tengah Maju dan Berkelanjutan.”

“Untuk mewujudkan visi tersebut, kolaborasi antara semua pemangku kepentingan, termasuk perusahaan, pemerintah, dan serikat pekerja, menjadi kunci utama. Edukasi dan pelatihan mengenai keselamatan kerja harus menjadi bagian integral dari pengembangan sumber daya manusia di setiap industri,” tambahnya.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi konstruktif bagi para peserta untuk berbagi pengalaman serta mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan kerja. Dengan demikian, strategi yang lebih efektif dapat disusun guna menekan angka kecelakaan kerja di kawasan industri.

Ketua Umum DPP FPE KSBSI, Riswan Lubis, SH, dalam sambutannya juga menyoroti maraknya kecelakaan kerja di sektor industri, khususnya di Morowali. Ia berharap melalui kegiatan ini dapat ditemukan solusi konkret agar kecelakaan kerja dapat diminimalkan.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, kita bisa menemukan jalan keluar dari persoalan yang ada, sehingga kejadian yang tidak diinginkan tidak berulang lagi,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Sulteng, perwakilan PT IMIP, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng, serta para pengurus dan anggota Federasi Pertambangan dan Energi Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (FPE KSBSI), bersama pemangku kepentingan terkait lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi