Karama.id – Palu, Seorang pria bernama Sadarwinarta (51), warga Kota Palu, Sulawesi Tengah, ditemukan tewas setelah diterkam seekor buaya saat berenang di perairan Teluk Palu, tepatnya di kawasan Kampung Nelayan, pada Kamis pagi.
Peristiwa mengenaskan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Ana sekitar pukul 07.15 WITA. Menurut kesaksian, korban yang berprofesi sebagai pelaut diketahui tengah berenang di sekitar Pantai Talise ketika tiba-tiba diserang oleh seekor buaya.

Menerima laporan tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, dan warga setempat segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Tim tiba pada pukul 08.00 WITA dan langsung melakukan koordinasi pencarian.
“Kami langsung menurunkan tim begitu menerima laporan. Sekitar pukul 08.20 WITA, kami mengerahkan drone thermal untuk memantau pergerakan korban dan buaya,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Palu, Muh. Rizal, S.H.
Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 08.40 WITA, saat tim mendeteksi korban masih dalam cengkeraman buaya. Setelah melalui pertimbangan matang, tim memutuskan untuk melumpuhkan buaya guna menyelamatkan korban. Namun nahas, korban telah meninggal dunia. Jenazah ditemukan pada pukul 10.20 WITA di koordinat 0° 51.838’S – 119° 52.658’E, sekitar 40 meter dari garis pantai.
Proses evakuasi jenazah dilakukan sesegera mungkin. Pada pukul 10.27 WITA, korban dibawa ke RS Bhayangkara menggunakan mobil rescue untuk penanganan lebih lanjut. Operasi SAR resmi ditutup setelah debriefing tim pada pukul 11.30 WITA.
Cuaca saat kejadian dilaporkan dalam kondisi cerah berawan, dengan arah angin barat laut hingga tenggara, kecepatan angin antara 4–15 knots, dan tinggi gelombang berkisar 0,5–1,5 meter.
Kejadian ini menambah daftar serangan buaya di wilayah Teluk Palu. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menghindari aktivitas berenang di kawasan perairan yang berpotensi dihuni oleh predator berbahaya. Pihak berwenang berencana melakukan evaluasi dan upaya pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terulang.














